Falsafah Alam Takambang, Jadi Guru
Oleh Hidayat Chaniago

Untaian kata ini tidak asing lagi di telinga orang minang. Sesungguhnya kita manusia di muka bumi ini apalagi orang Islam wajib menuntut ilmu kapan saja dan di mana saja, baik formal maupun non formal. Dari sejak lahir hingga ajal menjemput. Kehausan dalam menuntut ilmu haruslah terpatri sejak dalam diri dan jiwa kita. Jangan sampai akal dan fikiran kita kering keronta tidak di bahasi oleh ilmu pengetahuan. Belajar bukan hanya dari membaca buku, belajar bukan hanya bersumber dari guru yang mengajarkan. Akan tetapi, Alam ini menjadi tempat kita untuk belajar, apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar, apa yang kamu ucapkan itu semua jadi sumber atau bahan pembelajaran.
Bahkan alam ini sangat banyak Filosofi yang bisa kita petik dan kita ambil manfaatnya. Misalnya, sebuah timun memiliki bentuk yang berbeda-beda, ada yang lurus dan besar, ada yang kecil, ada yang besar bahkan bongkok. Tentu saja timun tersebut akan dijual di pasar ataupun dikonsumsi, maka otomatis kita sebagai pembeli atau yang mengkonsumsinya memilih timun yang kualitas yang baik. Begitu jugalah manusia, kita di ciptakan Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan Allah telah memelihara kita agar menjadi insan yang berguna dikemudian hari. Tentu saja, manusia yang baik akan menjadi pilihan orang di dunia dan menjadi hamba kebanggaan oleh Allah. Belajar dari sebuah timun bisa kita ambil pelajarannya kalau timun yang bagus maka itulah yang akan dijual di pasaran lokal maupun internasional sedangkan yang bongkok itu di sisihkan. Kita tinggal memilih mau yang menjadi yang terbaik atau biasa-biasa saja.
![]() |
| Sumber Foto inspiratifmilenial.blogspot.com |
Sebenarnya banyak hal-hal yang telah Allah turunkan dimuka bumi ini suatu hal yang penuh makna, untuk itu haruslah kita belajar semaksimal mungkin. Maka titik akhir kita nanti dalam belajar adalah ketika setelah mengucapkan kalimat syahadat ajal menjemput. Guru yang terbaik adalah guru yang tidak pernah berhenti untuk memberi pelajaran yaitu ALAM. Alam selalu berubah, berganti maka kita manusia dituntut selalu mengambil ibrah atau pelajarannya. Ketika kita merantau nun jauh di sana, di negeri seberang awal langkah awal kita untuk meraih keberhasilan di ranah rantau adalah mengawali dengan Belajar. Setelah S1, S2, S3, Prof bahkan setelah itu kita harus belajar di tengah2 masyarakat. Skenario Allah dalam dunia ini penuh lika liku yang pantas untuk kita hadapi dan kita pecahkan. Karena Manusia sejatinya adalah pembelajar yang tangguh.
"Teruslah Belajar, agar Hati dan Fikiranmu Merdeka dan Terbebas dari Kebodohan"
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Luar biasa abgku.
BalasHapus