Berbagi Itu Indah

   Oleh Hidayat
Sumber Foto hudacendekia.or.id

    Untuk mengkaji lebih dalam ataupun melaksanakan kegiatan berbagi, setidaknya ada hal-hal yang mendorong kita untuk melakukan hal tersebut. Saya bisa katakan bahwa sejatinya kita seorang manusia yang beragama lagi beriman tentu kita mengetahui kalau dalam Islam itu ada beberapa ayat Al-Quran menjelaskan sangat banyak membahas perihal berbagi, bahkan kita tau dampak dari berbagi itu apa yang kita dapatkan. Tentu saja ganjaran kebaikan ataupun pahala yang Allah berikan kepada kita. Selain Al-Quran, dari beberapa literatur Hadist juga kita dapatkan bahwa Rasulullah SAW mengajak kita untuk berbagi. Pengertian berbagi ini bisa kita artikan sama dengan bersedekah, memberi, membantu dsb yang memiliki makna yang sama. Oleh karena itu inilah yang mendorong kita untuk berbagi dari apa yang kita miliki. Persoalan apa yang kita bagi kepada orang baik kepada individu maupun khalayak banyak itu berbagai macam, ada yang berbentuk materil (uang, baju, sembako dsb), ada yang sifatnya non materil (tenaga, fikiran/ide,waktu dsb).

    Lalu kita bisa saja membuat suatu bagan atau klasifikasi terkait berbagi ini muncul dari beberapa peristiwa atau faktor-faktor terjadinya berbagi ini, diantaranya adalah :

1. Faktor Ekonomi. Banyak orang yang melakukan kegiatan berbagi dikarenakan faktor ekonomi, semisal di tengah Pandemi covid 19 ini, banyak orang kehilangan pekerjaan, pencarian sehingga terpuruknya suatu ekonomi keluarga ataupun pribadinya.

2. Faktor Politik. Faktor politik ini bisa kita katakan sebagai ajang untuk mencari simpatisan (baik positif/negatif). Maksudnya adalah, kita bisa menilai bahwa ketika pada saat masa kampanye politik hal ini tentu saja menjadi program utama untuk melakukan kegiatan berbagi agar ia diplih menjadi wakil rakyat.

3. Faktor Sosiologis. Faktor ini terjadi apabila di tengah-tengah masyarakat mengalami kesusahan biasanya ini terdapat di daerah-daerah tertentu dengan kondisi masyarakat yang memprihatinkan.

4. Faktor Pendidikan. Persoalan pendidikan tentulah sejatinya harus diperhatikan benar-benar. Karena banyak orang yang berbagi berngkat dari mirisnya pendidikan yang ada baik di suatu tempat maupun bukan. Hal ini kita berbagi bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

5. Faktor Keluarga. Nah ini biasanya terjadi apabila ada ikatan pertalian darah antara keluarga. Apabila keluarga kita telah mengalami kesusahan tentu kita tergerak untuk membantunya karena ia adalah keluarga kita. Ini sebentar lagi akan terjadi pada hari raya idul fitri (bagi-bagi THR oleh keluarga).

    Setidaknya itulah pengklasifikasian menurut saya faktor-faktor terjadinya suatu kegiatan berbagi, hal ini bisa saja berubah suatu saat atau kita bisa membuat bahkan menambahkan faktor-faktor apalagi yang biasanya org tergerak untuk berbagi. Dalam hal berbagi ini juga bisa kita kelompokkan setidaknya ada 2 siapa-siapa aja yang harus berbagi yaitu adalah personal atau individu seseorang dan kelompok atau kolektif. Biasanya kalau seorang dia melakukan berbagi langsung kepada objek yang ingin ia beri, sedangkan untuk kelompok itu biasanya di bentuk suatu wadah organisasi/komunitas/yayasan dikelola dgn baik dan benar baru disalurkan kepada yang berhak.

    Kita  sebagai manusia haruslah bergerak dan menggerakkan orang lain untuk melakukan aktivitas berbagi dalam kondisi apapun. Dan kita harus mau menjadi relawan untuk orang lain serta rela berkorban dari segi apapun untuk kebahagiaan orang lain, keperluan, kebutuhan org lain dalam koridor yang benar. 

Sumber Foto Kompasiana.com

    Di dalam Revolusi Mental yang di canangkan Bung Karno salah satunya ia berbicara yaitu tentang agenda untuk berbagi baik untuk dirinya sendiri maupun bangsanya. Lalu muncul pertanyaan, kenapa sih harus berbagi ? apa dampak dari berbagi ini ? memang dampak dari perbuatan berbagi itu tidaklah selalu tampak di mata, bukan hanya balasan pahala dan menjadi berat timbangan kebaikan kita di akhirat nanti, tapi adalah dampak kepada perihal bathiniah, jiwa. Bahkan banyak studi yang mengatakan efek dari berbagi ini sangat banyak, misalnya menyambung silaturrahmi kita tahu bahwa apabila menyambung silaturrahmi dapat murah rezeki dan memperpanjang umur, lalu efek lainnya adalah kita berbagi maka orang yang mendapatkan itu tersenyum dan bahagia kita juga langsung merasakannya.

    Berbagi itu membahagiakan diri sendiri dan orang lain, bentuknya itu tidak selalu tampak di hadapan kita akan tetapi kita bisa merasakan wujudnya itu. Kalau di kaji dalam konteks Tasawuf, berbagi ini adalah salah satu cara untuk meraih ridhanya Allah swt. Karena ketka kita berbagi otomatis orang yang menerima itu akan mendoakan kita. Bahkan kita akan merasakan sendiri nikmatnya dalam berbagi, karena nikmatnya berbagi ini tidak serta merta bisa dirasakan seperti pengecap rasa yang bisa merasakan pahit, manis, asin, tapi soal rasa hati karena telah berbuat kebaikan.

    Berbagi tidak membuat kita miskin bahkan itu akan menambah kekayaan kita. Lalu bagaimana ketika kita sudah berbagi akan tetapi efek batiniah itu tidak dapat dirasakan ? maka perbaiki niat dan tujuan berbagi itu sendiri, apabila kita berbagi dengan niat dan tujuannya buruk maka sama sekali kita tidak merasakan apa-apa. Lalu apakah boleh kita menampakkan dari kegiatan berbagi agar di ikuti orang ? hal ini perlu pertimbangan untuk menilainya, dikarenakan tidak semua orang bisa melakukannya dan orang menyikapinya sama dgn apa yg kita harapkan perlu adanya latihan-latihan untuk hal ini.

    Maka persoalan berbagi ini adalah wajib dilaksankan setiap insan manusia sesuai dengan kemampuan yang ia miliki, bahkan ini menjadi program kerja wajib untuk diri pribadi agar terus sering berbagi dimanapun dan kapanpun. Manusia apabila ia tidak berbagi itu sama saja ibarat buah yang belum masak walaupun bisa di makan, tapi pasti rasanya aneh. Akan tetapi apabila manusia itu senang berbagi sesuai dengan kemampuannya, Ikhlas dan Niat karena Allah itu ibarat buah yang sudah matang, bagus bentuknya, manis rasanya sehingga orang yang makan merasakan kenikmatan akan buah tersebut, dan orang ketagihan ingin makan lagi. Berbagi tidak bisa dengan materi, gunakanlah Non Materi, tidk bisa juga Berdoalah, berdzikirlah, beribadahlah karna kita sudah berbagi kebaikan untuk diri kita sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Falsafah Alam Takambang, Jadi Guru

"Aspek Penting Dalam Pemindahan Ibu Kota Baru"

Daftar Pencarian Orang (DPO) Dalam Hukum Acara Pidana