Kepemimpinan Dalam Islam

Oleh : Hidayat Chaniago 

Saya mengambil sebuah ayat yang terdapat dalam surah Al-Baqarah Ayat 30, yang artinya “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Ayat ini mengisyaratkan bahwa khalifah (pemimpin) adalah pemegang mandat Allah SWT untuk mengemban amanah dan kepemimpinana langit di muka bumi. Khalifah disini juga diartikan sebagai Wakil Tuhan, maksudnya adalah setiap manusia itu adalah wakil tuhan untuk menyampaikan segala macam bentuk perintah Tuhan yaitu mengajak kepada kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Dan didalam hadis juga di katakan “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mengutip sebuah mutiara hadits dalam agama yang penulis yakini. Sudah menjadi ketetapan-Nya bahwa kita adalah seorang pemimpin. Hal ini tidak mempedulikan apa jabatannya sekarang, berapa jumlah bawahannya, strata pendidikannya, darimana sukunya berasal, dan berapa penghasilannya per bulannya. Kita murni terlahir sebagai pemimpin di dunia ini, entah itu di lingkup organisasi maupun lingkup kecil keluarga tersayang atau dalam lingkup yang lebih kecil lagi, diri kita pribadi. Kita selalu dituntut tampil dengan baik sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang bisa mengayomi, pemimpin yang bisa melindungi dan menjadi teladan bagi pengikut atau orang yang dipimpinnya.

Sebenarnya, pemimpin dan kepemimpinan  merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Seperti organisasi, juga terdapat banyak pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan.

Pengertian pemimpin menurut Suradinata, dia berpendapat bahwa pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. 

Sedangkan kepemimpinan adalah merupakan suatu kemampuan yang melekat pada diri seorang yang memimpin yang tergantung dari macam-macam faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern. Pemimpin jika dialih bahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk LEAD anggota di sekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah:

1.  Loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.

2.   Educate, seorang pemimpin mampu untuk memberikan edukasi kepada rekan-rekannya dan mewariskan pada rekan-rekannya.

3.      Advice, memberikan saran/kritik dan nasehat dari permasalahan yang ada.

4.   Discipline, memberikan contoh keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.

Dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni :

1.      Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya.

2.      Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi.

3.      Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya.

4. Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.

Maka adalah pemimpin itu lebih kepada bentuk orangnya, sedangkan kepemimpinan identik kepada seseorang yang memiliki kemampuan untuk menyusun strategi, manajemen yang baik untuk diterapkan di kehidupan. Kepemiminan itu bersifat luas siapa saja bisa mendefenisikan arti dari kepemimpinan. Tentunya bagi seorang muslim lagi beriman haruslah berlandaskan atau merujuk kepada syariat-syariat Islam. Selain itu juga, kepemimpinan disini yang saya maksud adalah lebih kepada orientasi bagaimana sosok seorang pemimpin itu memiliki karakter, bukan kepada penerapan kepemimpinannya dan hal ini berbeda jauh kajiannya yaitu kepada Siyasah (Politik Islam/Tata Negara). Untuk persoalan wadah dan penerapannya itu di kembalikan kepada individu masing-masing, ia memilih berkecimpung di dunia politik, pekerjaan, pengusaha dsb. Yang terpenting adalah kepemimpinan Islam yang di inginkan dapat diaplikasikan dengan nilai-nilai yang ditentukan oleh syariat.

Tokoh panutan yang harus kita ikuti tentunya adalah Rasulullah Muhammad SAW. Karena beliau harus dijadikan referensi bagi kita setiap manusia untuk meniru pola kepemimpinannya. Selain Rasulullah SAW, kita juga bisa melihat dari para sahabatnya terkhusus kepada Khulafaur Rasyidin yang setiap individu masing-masing memiliki cara memimpin yang berbeda-beda. Dan tentunya, kita sebagai bangsa yang besar, bangsa yang memiliki ribuan tokoh yang bisa kita anut atau kita contoh gaya kepemimpinannya yaitu para Tokoh Pahlawan Nasional, para pendiri bangsa yang telah teruji cara mereka memimpin dan membawa Indonesia merdeka.

Selain komponen di atas, saya bisa menambahkan ada beberapa kategori yang harus dimiliki seorang pemimpin dan Islam pun mengatur demikian bahkan hal ini bisa menjadi nilai plus sebagai seorang pemimpin, yaitu :

1.      Memperhatikan Penampilan.

2.      Mampu berkomunikasi dengan baik (Public Speaking).

3.      Memiliki karakter berintegritas (Jujur, bertanggung Jawab, adil, dsb).

4.      Memiliki Relasi/ Netwoking. Bung karno tidak mampu berdiri sendiri untuk memerdekakan bangsa ini, tapi dengan memiliki relasi yang banyak serta mempereratsilaturrahmi dengan tokoh dalam negri maupun luar negeri ia bisa memproklamirkan kemerdekaan bangsa.

Kesimpulannya adalah setiap orang bisa menjadi pemimpin, dan pemimpin memiliki karakteristik kepemimpinannya masing-masing akan tetapi haruslah berdasarkan syariat. Setiap orang harus siap menjadi pemimpin dan dipimpin. Pemimpin itu mengarahkan dan mengkerahkan. Pemimpin itu tidak akan mengatakan AKU tapi KITA. Pemimpin itu tidak akan mengatakan hasil kerja keras AKU tapi hasil kerja keras KITA. Yang paling hebat adalah Pemimpin itu bukan SuperMAN tapi SuperTEAM.

           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Falsafah Alam Takambang, Jadi Guru

"Aspek Penting Dalam Pemindahan Ibu Kota Baru"

Daftar Pencarian Orang (DPO) Dalam Hukum Acara Pidana