Konsepsi Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Membangunan Karakter
Oleh : Hidayat Chaniago
Ilmu Filsafat adalah suatu induk dari semua ilmu
sebelum revolusi prancis muncul. Akan tetapi ilmu filsafat menjadi beberapa
cabang keilmuan salah satunya yaitu Ilmu Pendidikan Islam. Dalam hal ini,
filsafat ikut andil dalam proses berkembangnya ilmu pendidikan Islam. Persoalan
pendidikan Islam harus di telaah dalam proses belajar mengajar. Guru harus
melihat potensi peserta didik dari beberapa konsep penelitian ilmiah. Salah
satunya dengan konsep filsafat yang berfikir sedalam-dalamnya persoalan apa yang
sedang terjadi dalam pendidikan Islam. Pembentukan potensi murid adalah salah
satu konsep cara berfikirnya filsafat. Biasanya hal ini dapat digunakan dengan
metode filsafat Epistimologi agar semua hal yang di cari solusi dari persoalan
pendidikan Islam mendapat jawaban yang pasti.
Sehingga dengan filsafat, maka filsafat dalam pendidikan Islam bisa menunjukkan
suatu jawaban alternatif dengan kerangka berfikir yang mendalam setelah melalui
seleksi ilmiah terhadap suatu objek masalah yang di hadapi dalam praktek
kependidikan.
Dalam hal ini metode yang di anut dalam filsafat
dilihat dari cara berfikir Ontologi yang merujuk berfokus kepada alam dan manusia.
Tentu saja pendidikan Islam sangatlah
berpengaruh terhadap manusia dan alam semesta. Tapi, objek yang utamanya adalah
manusia dan lingkungan lalu di sandingkan dengan pendidikan Islam. Manusia di
ciptakan Allah dengan bentuk sebaik-baiknya begitu juga alam. Maka dalam penerapannya hal tersebut adalah harus benar-benar
melalui pendidikan Islam, cara berifikirnya harus di latih dengan pendidikan
Islam agar tidak melenceng dari pola pikirnya. Setiap manusia harus
berkontemplasi setiap harinya agar bisa ikut berkontribusi dalam kemajuan
pendidikan Islam sehingga juga bisa berkontribusi
kepada alam semesta. Dan manusia dan alam semesta memiliki hubungan dengan
pendidikan islam untuk mencapai berkarakternya manusia dan memahami konsep alam
semesta dan memanfaatkannya dengan cara yang benar.
Penghargaan dan pujian bukanlah diberikan kepada
seseorang yang berhasil. Akan tetapi diberikan kepada siapa saja agar dia
menjadi mulia. Seorang murid ketika dia memiliki suatu keberhasilan haruslah di
apresiasi dalam bentuk penghargaan ataupun yang lain dengan syarat harus meliat
dari segi keumuran. Anak dibawah umur biasanya mereka tidak memerlukan yang
namanya uang ataupun sertifikat akan tetapi mereka lebih senang dengan
penghargaan berbentuk barang. Berbeda dengan anak yang sudah dewasa mereka
lebih senang di beri penghargaan berbentuk sertifikat ataupun uang karena itulah
yang mereka butuhkan. Dalam Islam juga di anjurkan
untuk memberikan hadiah seminim-minimnya yaitu bentuk
pujian. Lalu kalau hukuman juga di lihat dari segi keumuran dan kecocokan dalam
menjatuhkan hukuman tanpa merusak mental si murid.
Alternatif hukuman terbaik adalah buat suatu
peringatan berbentuk muhasabah diri agar mensadarkan yang bersalah ataupun bisa
dengan cara yang baik seperti membaca satu buku dalam satu hari yang berfungsi
menambah wawasan jendela keilmuannya, atapun di hukum membuat suatu artikel.
Hukuman fisik tidak perlu di berlakukan kecuali peringatan itu sudah terlalu
sering di buat maka harus ada hukuman yang tegas. Dan memberikan pujian
haruslah di tempat yang ramai agar yang lain bisa melihatnya dan menjadikan dia
sebagai contoh tauladan yang baik. Tapi kalau ia bersalah maka jangan hukum di
khalayak ramai, dia akan terasa malu dan dikucilkan oleh orang-orang
disekitarnya dan itu bisa merusak mental. Coba tegur ketika saat ia sendiri
atau berikan nasihat dan mengajaknya diskusi.
Imam Syafi’i berkata “Kalau kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan”. Kata-kata imam syafi'i ini sangat populer di lingkungan pendidikan. Terutama dalam konteks keislaman. Islam mengajarkan kita untuk terus belajar terlebih-lebih pendidikan Islam. Masyarakat yang memeluk agama Islam haruslah belajar tentang Islam agar dia jadi Muslim yang sejati lagi taat bahkan ia adalah orang yang beriman. Maka hubungan Masyarakat Muslim haruslah mendukung penuh terhadap Pendidikan Islam. Karena dalam hal ini doktrinisasi terhadap diri akan belajar harus ada agar terjadinya kepribadian yang baik.
Komentar
Posting Komentar