Ramadhan Bulan Pembelajaran/Pendidikan (Tarbiyah)

Oleh Hidayat Chaniago

Ramadhan merupakan salah satu bulan yang memiliki kesempurnaan yang Allah berikan kepada ummat muslim. Ramadhan disebut juga sebagai bulan suci yang disebut juga sebagai bulan tarbiyah atau bulan pendidikan. Ramadhan hadir pada saat ini di ibaratkan sebagai tamu yang membawa banyak keberkahan. Maka disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim  “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Maka Allah SWT dengan segala bentuk kekuatan dan kekuasaan-Nya menciptakan Ramadhan Khusus untuk hambanya dalam satu tahun sekali agar bisa mengambil manfaat dari bulan tersebut. Artinya merugilah orang-orang yang lalai dengan tidak memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang artinya “Nabi bersabda: Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya)”. Karena didalam bulan suci ramadhan selama 30 hari, terdapat 3 fase yang kita lalui yaitu 10 hari pertama adalah fase rahmat, 10 (sepuluh) hari kedua adalah fase maghfiroh (ampunan), 10 (sepuluh) hari akhir Ramadhan sebagai fase pembebasan dari api neraka.Jadi beruntunglah bagi orang-orang yang memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, pada bulan Ramadhan ini, erat kaitannya dengan beribu-ribu hikmah pendidikan untuk diri sendiri, yang secara langsung maupun tidak langsung Ramadhan mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah. Secara peningkatan jiwa/pembelajaran karakter yang Ramadhan ajarkan kepada kita, setidaknya ada 4 point yang harus kita pelajari yaitu :

1.      Belajar Untuk Sabar

Sabar merupakan salah satu cabang dari sifat terpuji/akhlaqul Karimah yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw lewat risalah hadis. Dan Allah Swt Berfirman didalam surah (QS. Al-Anfal : 46) “…Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar”. Maka barang siapa yang berusaha untuk terus belajar bersabar maka disetiap itu juga Allah Swt selalu bersamanya. Ketika ingin marah kita bersabar, ketika ada persoalan mendesak kita bersabar dan tetap tenang. Karena di bulan Ramadhan godaan/cobaan sangat banyak, pemicu paling banyak untuk kita tidak sabar adalah berasal dari kita berinteraksi dengan orang lain atau bersosial. Latihlah diri kita untuk selalu bersikap menjadi orang yang penyabar karena sangat banyak manfaat yang didapatkan.

2.      Belajar Untuk Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu syarat wajib dalam beramal dan beribadah sehingga seorang muslim harus senantiasa melaksanakan dan menjaganya karena hal ini salah satu tanda orang yang beriman. Dalam Islam, syarat diterimanya amalan ibadah seseorang adalah ikhlas, ikhlas berbuat karena Allah Swt dan Rasulullah Saw yang memerintah lalu kita laksanakan dan menjauhi daripada yang dilarang. Kita melakukan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan dan melaksanakan ibadah lainnya karena ini merupakan perintah, di ibaratkan kita bekerja diperintah  oleh atasan kita dan wajib melaksanakan kewajiban kita dan apabila tidak dilakukan maka kita akan dikenakan sanksi/teguran bahkan tidak diberi upah. Begitulah dalam pelaksanan ibadah, ikhlas merupakan puncak dari suatu amalan. Menurut Dr. Syukri Albani Nasution, MA ikhlas itu adalah memberi sesuatu tanpa mendikte orang, dan melupakan apa yang telah diberikan. Artinya kita melakukan ibadah hanya semata-mata karena Allah Swt dan Rasulullah Saw.

3.      Belajar Untuk Bersyukur

Ramadhan mengajarkan kita untuk bersyukur atas kehadirannya. Dari segi ibadah ataupun keutamaan bulan Ramadhan kita wajib mensyukurinya karena setiap amalan yang kita lakukan bernilai pahala ganda yang Allah Swt berikan. Bukan hanya itu, dalam bidang perekonomian berapa banyak orang yang mengalami pertumbuhan ekonomi. Ada yang berjualan takjil (makanan untuk berbuka), berapa banyak orang-orang yang sebelum adanya Ramadhan sulit mendapatkan rezeki dan dengan adanya bulan Ramadhan ini hampir banyak yang mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka (Min haitsu la yahtasib), maka kita wajib bersyukur harini bisa menikmati keberkahan dari Bulan Ramadhan.  

4.      Belajar Untuk Tetap Semangat/Istiqomah Dalam Beribadah

Semangat dalam bahasa arab bisa dikatakan Himmah artinya gejolak yang terus bergelombang seperti ombak dilautan dan bagaikan angin puting beliung yang bergulung-gulung. Dan dia merupakan sebuah pijakan untuk mendorong agar mampu melompat melambung tinggi  menuju angkasa. Dalam menjalankan Ibadah di bulan Ramadhan ini kita membutuhkan Himmah (Semagat Tinggi). Bisa di hitung di bulan Ramadhan ini kita hanya beristirahat hanya beberapa jam karena dengan banyaknya kesibukan pekerjaan dan banyak beribadah sehingga kita dapat dikatakan kurang beristirahat. Namun pada faktanya, kita sulit untuk sakit ataupun merasakan kelelahan. Itu karena adanya semangat dalam menjalankan Ibadah di bulan Ramadhan ini.

Semangat harus di barengi dengan Iman, agar setiap kita melakukan aktivitas akan merasakan Sabar, Ikhlas dan Bersyukur dan dijauhkan dari sifat mengeluh ataupun lemah karena itu merupakan sifatnya syaithan, seperti kisah yang diceritakan oleh Ust Hanan Attaki yang pernah mendengar semangat dari Orang Tua yang terus beribadah ia mengatakan “Kebanyakan Orang Beribadah Dengan Tenaga Sehingga Mudah Lelah, Namun Jarang Sekali Orang Muslim Beribadah Dengan Iman, Kalau Sudah Iman Tidak Pernah Kenal Lelah”. Contoh lain berasal dari salah satu ulama panutan dunia yang terkenal yaitu Habib Umar Bin Hafidz yaitu beliau dalam menjalankan Ibadah Puasa beliau selalu semangat untuk tarawih keliling, mengisi pengajian, menghadiri undangan silaturrahmi dsb. Dan ini bisa menjadi contoh bagi kita semua.

Manfaatkan bulan Ramadhan sebaik-baiknya, karena ini merupakan anugerah terbesar ataupun hadiah Istimewa yang diberikan Allah Swt kepada Ummat muslim, barang siapa yang belajar dari Ramadhan dan mengamalkannya hingga akhir hidupnya, InsyaAllah ia akan mati dalam keadan Husnul Khatimah yang merupakan puncak kenikmatan yang Allah Swt Berikan dan ia meraih kemenangan yang tak terkalahkan. Semoga Bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Falsafah Alam Takambang, Jadi Guru

"Aspek Penting Dalam Pemindahan Ibu Kota Baru"

Daftar Pencarian Orang (DPO) Dalam Hukum Acara Pidana